MALANG – Layanan transportasi publik Trans Jatim Koridor Malang Raya sukses mencuri perhatian masyarakat selama periode libur Lebaran Idul Fitri 2026. Alih-alih menggunakan kendaraan pribadi, ribuan pelancong justru memilih bus berkelir hijau ini sebagai moda transportasi utama untuk menembus kemacetan menuju destinasi wisata di Kota Batu.
Antusiasme luar biasa ini terlihat dari grafik kenaikan penumpang yang terus merangkak naik sejak hari pertama perayaan hari raya. Berdasarkan data operasional, keterisian bus tidak hanya penuh, namun sempat melampaui kapasitas normal pada puncak arus wisata.
Grafik Penumpang yang Terus Melejit
Geliat penumpang mulai nampak sejak Sabtu (21/3/2026). Di hari pertama Lebaran tersebut, tercatat sebanyak 1.394 orang telah memanfaatkan layanan ini dengan tingkat load factor atau keterisian sebesar 71 persen. Namun, angka ini barulah titik awal dari gelombang wisatawan yang lebih besar.
Memasuki hari kedua, lonjakan drastis terjadi. Jumlah pengguna jasa meningkat hampir dua kali lipat menjadi 2.765 penumpang. Dengan total 84 perjalanan yang disediakan, tingkat keterisian bus langsung melesat hingga angka 94 persen.
Puncak kepadatan terjadi pada Senin (23/3/2026) atau hari ketiga Lebaran. Total penumpang yang terangkut menembus angka 3.044 orang, yang didominasi oleh kelompok masyarakat umum dan pelajar. Pada momentum ini, efektivitas bus benar-benar diuji dengan tingkat keterisian yang menyentuh 104 persen. Secara rata-rata, Trans Jatim melayani sekitar 184 orang setiap jamnya pada hari tersebut.
Efek Kebijakan Tarif Gratis
Cito Eko Yuli Saputro, selaku Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Bidang Angkutan Jalan Dinas Perhubungan Jawa Timur, mengungkapkan bahwa lonjakan ini tidak terlepas dari strategi stimulus yang diberikan pemerintah kepada masyarakat.
“Pada hari raya pertama dan kedua, layanan Trans Jatim memang digratiskan bagi seluruh penumpang. Kebijakan ini terbukti sangat efektif memicu antusiasme warga, bahkan tren kenaikan ini bertahan cukup stabil hingga Senin kemarin (30/3/2026),” terang Cito saat memberikan keterangan resmi, Selasa (31/3/2026).
Fenomena ini menjadi bukti nyata bahwa Trans Jatim kini mulai bertransformasi menjadi pilihan favorit bagi wisatawan yang ingin menikmati liburan di Kota Batu tanpa harus pusing memikirkan titik-titik kemacetan parah di sepanjang jalur utama Malang-Batu.
Kesiagaan Armada Selama Libur Panjang
Selama periode libur panjang ini, frekuensi perjalanan diatur sangat rapat, yakni rata-rata 83 perjalanan per hari. Dengan rata-rata harian mencapai 2.980 penumpang, titik-titik pemberhentian menuju objek wisata di Kota Batu menjadi lokasi paling padat aktivitas naik-turun penumpang.
Guna menjaga kualitas pelayanan tetap prima di tengah gempuran wisatawan, Dinas Perhubungan Jatim telah menyiagakan armada dalam kondisi terbaik. Sebanyak 14 bus dikerahkan secara penuh setiap harinya untuk menyisir rute Malang Raya.
“Kami mengoperasikan 14 unit armada secara total. Selain itu, ada armada cadangan yang kami siagakan di depot untuk mengantisipasi jika terjadi kendala teknis mendadak. Namun sejauh ini, 14 bus yang beroperasi masih sangat mencukupi untuk meng-cover seluruh kebutuhan penumpang,” tutup Cito.