Perkuat Pelayanan Publik: Wali Kota Eri Cahyadi Rotasi 78 Pejabat Strategis Pemkot Surabaya

SURABAYA – Langkah penyegaran birokrasi kembali dilakukan oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya. Wali Kota Eri Cahyadi secara resmi merombak posisi puluhan pejabat di berbagai tingkatan. Sebanyak 78 aparatur sipil negara (ASN) tercatat mengalami pergeseran posisi, termasuk tujuh di antaranya merupakan pejabat eselon II atau setingkat Kepala Dinas.

Prosesi pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan ini berlangsung di Gedung Sawunggaling pada Kamis (2/4/2026). Dalam keterangannya, Eri menyebutkan bahwa rotasi ini adalah bagian dari upaya menempatkan personel yang tepat di posisi yang tepat (right man on the right place).

Fokus pada “Kampung Pancasila” dan Penuntasan Masalah Sosial

Wali Kota Eri menegaskan bahwa rotasi ini bukan sekadar rutinitas administratif, melainkan strategi untuk mempercepat penyelesaian berbagai pekerjaan rumah (PR) besar di Kota Pahlawan. Salah satu indikator keberhasilan yang ia tekankan adalah efektivitas program di tingkat rukun warga (RW).

“Target saya jelas, setiap RW harus menjalankan konsep Kampung Pancasila dengan maksimal. Di kampung tersebut, tidak boleh ada lagi warga miskin yang terabaikan, anak stunting yang tidak mendapat bantuan, atau anak yang putus sekolah karena kendala biaya. Saya menuntut perubahan nyata dari para pejabat yang baru dilantik ini,” tegas Eri di hadapan media.

Pergeseran 7 Pejabat Eselon II (Kepala Dinas & Staf Ahli)

Dari total 78 pejabat yang dirotasi, pergeseran di level eselon II menjadi sorotan utama. Berikut adalah daftar pejabat strategis yang menempati posisi baru:

  • Eddy Christijanto: Kini menjabat sebagai Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (sebelumnya Kepala Dispendukcapil).
  • Antiek Sugiharti: Dipercaya sebagai Kepala Dinas Sosial (sebelumnya Kepala DKPP).
  • dr. Billy Daniel Massakh: Naik posisi menjadi Kepala Dinas Kesehatan (sebelumnya Dirut RSUD dr. Soewandhie).
  • Nanik Sukristina: Menempati posisi Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (sebelumnya Kepala Dinas Kesehatan).
  • Dedik: Kini menjabat Staf Ahli Walikota Bidang Hukum, Politik, dan Pemerintahan (sebelumnya Kepala DLH).
  • Maria Theresia Ekawati Rahayu: Menjabat Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (sebelumnya Staf Ahli).
  • Irvan Wahyudrajad: Kini memimpin Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (sebelumnya Kepala Bappeda).

Sejumlah Kursi Kepala Dinas Masih Kosong

Akibat rotasi besar-besaran ini, terdapat beberapa posisi pimpinan tinggi yang untuk sementara mengalami kekosongan dan akan segera diisi melalui mekanisme lebih lanjut. Dinas-dinas tersebut meliputi Dinas Perhubungan (Dishub), Dinas Lingkungan Hidup (DLH), serta Dinas Kebudayaan, Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disbudporapar). Selain itu, posisi direktur di RSUD dr. Soewandhie dan RSUD Bakti Dharma Husada (BDH) juga terpantau kosong.

Eri Cahyadi berharap dengan komposisi baru ini, birokrasi Pemkot Surabaya bisa bekerja lebih lincah dan responsif dalam menangani keluhan warga serta menjalankan program-program prioritas pembangunan kota di tahun 2026.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *