SURABAYA, JAWA TIMUR – Gemuruh mesin bus dan lambaian tangan keluarga mewarnai halaman Kantor Dinas Perhubungan (Dishub) Jawa Timur di Jalan Ahmad Yani, Surabaya, pada Kamis pagi, 19 Maret 2026. Pemerintah Provinsi Jawa Timur secara resmi memulai Operasi Ketupat Semeru 2026 yang ditandai dengan pemberangkatan kloter pertama program Mudik Gratis Jatim 2026. Langkah ini menjadi tonggak awal kesiapan pemerintah dalam menghadapi arus mudik Idul Fitri 1447 Hijriah yang diprediksi akan mencapai puncaknya pada akhir pekan ini.
Tradisi Mudik yang Lebih Aman dan Terukur
Penjabat (Pj) Gubernur Jawa Timur, dalam sambutannya saat prosesi flag-off (pelepasan bendera), menekankan bahwa program mudik gratis tahun ini bukan sekadar rutinitas tahunan atau bagi-bagi kursi transportasi. Tahun 2026 menandai pergeseran fokus pemerintah pada aspek Zero Accident melalui digitalisasi pemantauan armada.
“Tahun ini, kita memberangkatkan lebih dari 120 armada bus eksekutif yang tersebar ke 20 kabupaten/kota di Jawa Timur. Fokus utama kita adalah menarik minat masyarakat agar tidak melakukan perjalanan jarak jauh menggunakan sepeda motor. Risiko kecelakaan roda dua selama arus mudik masih menjadi tantangan terbesar kita,” ujar Pj Gubernur di hadapan ribuan pemudik yang antusias.
Data dari Dinas Perhubungan menunjukkan bahwa minat masyarakat terhadap mudik gratis meningkat sebesar 15% dibandingkan tahun lalu. Hal ini dipicu oleh kemudahan sistem pendaftaran online yang kini terintegrasi dengan data kependudukan, sehingga meminimalisir adanya tiket ganda atau kursi kosong yang tidak terisi.
Rincian Armada dan Rute Prioritas
Untuk memastikan kenyamanan, Pemprov Jatim tidak hanya menyediakan bus untuk penumpang, tetapi juga truk khusus pengangkut sepeda motor. Sebanyak 10 truk diberangkatkan lebih awal menuju titik-titik pusat seperti Jember, Banyuwangi, Madiun, dan Ponorogo. Strategi ini memungkinkan pemudik tetap memiliki mobilitas di kampung halaman tanpa harus bertaruh nyawa berkendara ratusan kilometer dari Surabaya.
Adapun rute-rute yang menjadi prioritas tahun ini meliputi:
- Jalur Pantura: Tuban, Lamongan, hingga Situbondo dan Banyuwangi.
- Jalur Tengah: Jombang, Nganjuk, Madiun, hingga Ngawi.
- Jalur Selatan: Blitar, Tulungagung, Trenggalek, dan Pacitan.
Operasi Ketupat Semeru: Sinergi Lintas Sektoral
Sejalan dengan pelepasan mudik gratis, Polda Jawa Timur juga secara resmi menyiagakan personel dalam Operasi Ketupat Semeru 2026. Ribuan personel gabungan dari TNI, Polri, Satpol PP, dan tenaga kesehatan disebar di 185 pos pengamanan (Pospam) dan pos pelayanan (Posyan) di seluruh wilayah hukum Jawa Timur.
Direktur Lalu Lintas Polda Jatim menyatakan bahwa pemantauan jalur mudik tahun ini didukung oleh teknologi Artificial Intelligence (AI) pada kamera E-TLE untuk mendeteksi kepadatan arus secara real-time. “Begitu terjadi penumpukan kendaraan di titik-titik rawan seperti simpang Mengkreng atau Jembatan Suramadu, sistem akan memberikan notifikasi langsung kepada petugas terdekat untuk dilakukan rekayasa lalu lintas atau contraflow,” jelasnya.
Selain itu, aspek kesehatan pengemudi menjadi sorotan tajam. Sebelum bus diberangkatkan pagi tadi, seluruh sopir dan kondektur diwajibkan menjalani tes urine dan pemeriksaan tensi darah. Langkah preventif ini diambil guna menghindari kecelakaan yang disebabkan oleh faktor kelalaian manusia (human error) atau penggunaan obat-obatan terlarang.
Suara dari Masyarakat
Kegembiraan tampak di wajah Siti Aminah (42), salah satu peserta mudik gratis tujuan Sumenep. Ia mengaku sangat terbantu dengan program ini, terutama di tengah kenaikan harga tiket bus reguler menjelang lebaran. “Alhamdulillah, sudah tiga tahun saya ikut mudik gratis. Tahun ini pelayanannya lebih cepat, busnya juga baru dan dingin. Yang penting anak-anak nyaman di jalan,” tuturnya sembari merapikan barang bawaan.
Kisah Siti adalah satu dari ribuan cerita masyarakat yang merasa kehadiran negara di tengah momen sakral pulang kampung. Pemerintah berharap, dengan massifnya program mudik gratis ini, volume kendaraan pribadi di jalan raya dapat berkurang secara signifikan, yang pada gilirannya akan mengurangi polusi dan kemacetan parah.
Imbauan Bagi Pemudik Mandiri
Meski ribuan orang telah difasilitasi, Pemprov Jatim tetap memberikan imbauan bagi masyarakat yang melakukan mudik mandiri. Masyarakat diminta untuk memastikan kondisi kendaraan dalam keadaan prima sebelum menempuh perjalanan jauh. Penggunaan aplikasi navigasi sangat disarankan untuk memantau titik-titik perbaikan jalan yang masih berlangsung di beberapa ruas Jalur Lintas Selatan (JLS).
Dengan dimulainya Operasi Ketupat Semeru 2026 hari ini, Jawa Timur secara resmi memasuki masa siaga lebaran. Sinergi antara pemerintah yang menyediakan fasilitas dan masyarakat yang tertib berlalu lintas diharapkan mampu menciptakan suasana Idul Fitri yang hangat, aman, dan berkesan bagi semua warga.