Kota Malang – Wahyu Hidayat mengajak warga Nusa Tenggara Timur (NTT) yang berada di Malang Raya untuk memperkuat persatuan dan menjaga kerukunan dalam kehidupan bermasyarakat. Ajakan tersebut disampaikan dalam kegiatan sarasehan dan sosialisasi warga NTT se-Malang Raya yang digelar di Gedung Kampus Institut Teknologi Nasional Malang, Minggu (10/5/2026).
Dalam sambutannya, Wahyu menegaskan keberagaman yang ada di Kota Malang harus menjadi kekuatan, bukan sebaliknya. Ia menilai, kolaborasi antara warga NTT dan masyarakat lokal menjadi faktor penting dalam menciptakan kehidupan sosial yang harmonis.
“Warga NTT yang berada di Kota Malang dan Malang Raya kami harapkan bisa terus bersatu, menjaga kerukunan, serta berkolaborasi dengan masyarakat Kota Malang,” ucap Wahyu.
Menurutnya, Kota Malang sebagai kota pendidikan dihuni oleh masyarakat dari berbagai latar belakang budaya dan daerah. Kondisi tersebut menuntut adanya sikap saling menghargai serta komitmen untuk menjaga stabilitas sosial. Selain menekankan pentingnya persatuan, Wahyu juga menyoroti dinamika yang terjadi di kalangan mahasiswa asal NTT. Pemerintah Kota Malang, kata dia, terus mengedepankan pendekatan persuasif untuk membangun komunikasi yang baik dan mencegah potensi konflik.
“Kami sudah menyiapkan tim khusus untuk melakukan pendekatan, termasuk kepada mahasiswa NTT, agar bisa bersama-sama menjaga ketertiban dan nama baik,” katanya.
Langkah tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah dalam menciptakan suasana kondusif di tengah masyarakat. Wahyu menegaskan bahwa mahasiswa sebagai bagian dari generasi muda memiliki peran strategis dalam menjaga citra daerah serta membangun hubungan sosial yang sehat. Ia juga mengingatkan tujuan utama mahasiswa di Kota Malang adalah menempuh pendidikan. Namun demikian, mereka tetap diharapkan mampu menjaga nilai-nilai kebersamaan di tengah keberagaman.
“Sekolah ya sekolah, tetapi juga harus tetap menjaga kerukunan antara masyarakat yang ada di Kota Malang,” tegasnya.
Kegiatan sarasehan ini menjadi ruang dialog antara pemerintah dan warga NTT untuk memperkuat pemahaman bersama. Selain itu, forum ini juga menjadi momentum untuk menyatukan komitmen dalam menciptakan lingkungan yang aman, damai, dan produktif.
“Melalui kegiatan tersebut, diharapkan warga NTT di Malang Raya tidak hanya fokus pada pendidikan dan aktivitas pribadi, tetapi juga aktif memberikan kontribusi positif bagi lingkungan sekitar. Peran aktif ini dinilai penting dalam memperkuat kohesi sosial di tengah masyarakat yang majemuk,” beber orang nomor satu Pemkot Malang itu.
Wahyu menyebutkan, sinergi antara warga pendatang dan masyarakat lokal menjadi salah satu kunci keberhasilan pembangunan kota. Dengan adanya kerja sama yang baik, berbagai potensi konflik dapat diminimalkan dan digantikan dengan kolaborasi yang produktif.
“Kami ingin seluruh warga NTT di Malang Raya ini tidak hanya berhasil dalam pendidikan, tetapi juga mampu memberikan manfaat bagi Kota Malang dan daerah asal melalui sikap rukun dan saling menghargai,” lugasnya.
“Kegiatan ini sekaligus menegaskan komitmen Pemerintah Kota Malang dalam merangkul seluruh elemen masyarakat tanpa memandang latar belakang. Dengan pendekatan yang inklusif, diharapkan tercipta kehidupan sosial yang harmonis dan berkelanjutan di Kota Malang,” tukasnya.