Muswil PII Jawa Timur 2026 di Kota Malang, Wahyu Hidayat: Insinyur Kunci Pembangunan Kota

Kota Malang, – Pemerintah Kota Malang menegaskan komitmennya dalam memperkuat kolaborasi dengan kalangan insinyur sebagai mitra strategis pembangunan daerah. Penegasan itu disampaikan oleh Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat saat menghadiri Gala Dinner Musyawarah Wilayah Persatuan Insinyur Indonesia (PII) Jawa Timur 2026 di Balai Kota Malang, Sabtu (9/5/2026).

Dalam sambutannya, Wahyu mengapresiasi kepercayaan yang diberikan kepada Kota Malang sebagai tuan rumah Muswil PII Jawa Timur. Ia menilai kehadiran para insinyur dari berbagai daerah menjadi momentum penting untuk memperkuat jejaring profesional sekaligus membuka peluang kolaborasi lintas sektor.

“Pertemuan seperti ini bukan sekadar ajang silaturahmi, tetapi juga momentum untuk mempererat networking dan professional fellowship antara insinyur dan pemerintah daerah,” ucap Wahyu.

Menurutnya, tantangan pembangunan perkotaan yang semakin kompleks membutuhkan pendekatan yang tidak hanya mengandalkan kapasitas teknis, tetapi juga sinergi yang kuat antar pemangku kepentingan. Ia mengibaratkan kolaborasi tersebut seperti konsep structural integrity dalam dunia teknik, di mana kekuatan sebuah sistem ditentukan oleh soliditas hubungan antar elemen di dalamnya.

“Pembangunan tidak hanya membutuhkan kekuatan teknis, tetapi juga koneksi, kepercayaan, dan semangat kebersamaan. Di sinilah pentingnya sinergi antara pemerintah dan para insinyur untuk melahirkan gagasan besar dan solusi nyata,” katanya.

Wahyu menegaskan, Kota Malang terus berupaya membangun ekosistem yang kondusif bagi tumbuhnya inovasi. Sebagai kota pendidikan dan kota kreatif, Malang dinilai memiliki potensi besar dalam pengembangan berbagai sektor, mulai dari infrastruktur, lingkungan, transportasi, hingga transformasi digital. Dalam konteks tersebut, peran insinyur menjadi krusial sebagai penggerak inovasi berbasis keilmuan dan teknologi. Pemkot Malang, lanjut Wahyu, berkomitmen membuka ruang kolaborasi seluas-luasnya agar berbagai gagasan dan keahlian para insinyur dapat diimplementasikan secara konkret.

“Forum Muswil PII Jawa Timur ini diharapkan tidak berhenti pada diskusi semata, tetapi mampu menghasilkan langkah bersama yang berkelanjutan. Wahyu menekankan pentingnya tindak lanjut dalam bentuk kerja sama nyata yang memberikan dampak langsung bagi masyarakat,” jelasnya.

Ia juga berharap sinergi yang terbangun mampu mendorong lahirnya solusi inovatif dalam menghadapi berbagai tantangan kota, termasuk urbanisasi, kebutuhan infrastruktur, serta pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan.

“Melalui forum ini, kami berharap terbangun kesepahaman dan langkah bersama dalam memperkuat kontribusi profesi insinyur terhadap pembangunan yang adaptif dan berkelanjutan,” ujarnya.

Di akhir sambutannya, Wahyu mengajak seluruh peserta Muswil untuk menjadikan Kota Malang sebagai ruang kolaborasi yang terbuka dan produktif. Ia menegaskan bahwa pembangunan kota tidak dapat dilakukan secara parsial, melainkan membutuhkan keterlibatan berbagai pihak.

“Selamat datang para insinyur di Kota Malang, mari bersinergi membangun negeri dengan sepenuh hati,” serunya.

“Kegiatan Muswil PII Jawa Timur 2026 ini menjadi salah satu forum strategis dalam memperkuat peran profesi insinyur di tingkat daerah. Selain sebagai ajang konsolidasi organisasi, forum ini juga membuka peluang kolaborasi konkret antara pemerintah dan komunitas profesional dalam mendorong pembangunan yang lebih terarah dan berkelanjutan,” tandas mantan Sekda Kabupaten Malang itu.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *