
MALANG – Wali Kota Malang Wahyu Hidayat melantik dan mengambil sumpah jabatan 176 aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kota Malang. Pelantikan yang mencakup tiga pejabat pimpinan tinggi pratama serta puluhan pejabat administrator dan pengawas tersebut menjadi bagian dari penataan organisasi untuk memperkuat kinerja pemerintahan dan kualitas pelayanan publik.
Pelantikan berlangsung di Grha Purva Praja, Kota Malang, Jumat (23/10/2026). Dari total pejabat yang dilantik, sebanyak tiga orang menduduki jabatan pimpinan tinggi pratama, 43 orang jabatan administrator, dan 130 orang jabatan pengawas.
Tiga jabatan pimpinan tinggi pratama tersebut meliputi Staf Ahli Bidang Pembangunan, Kesejahteraan Rakyat, dan Sumber Daya Manusia, Sekretaris DPRD Kota Malang, serta Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Malang.
Wahyu mengatakan, pengisian jabatan merupakan bagian dari strategi untuk memastikan setiap posisi dalam organisasi pemerintahan ditempati aparatur yang sesuai dengan kompetensi dan kebutuhan organisasi. Penempatan tersebut diharapkan mampu mendorong peningkatan kinerja sekaligus memperkuat koordinasi antarperangkat daerah.
Ia meminta para pejabat yang baru dilantik menjalankan amanah dengan penuh tanggung jawab, menjaga integritas, serta menunjukkan kinerja yang sesuai dengan kepercayaan yang diberikan.
“Saya ucapkan selamat kepada 176 pejabat yang baru dilantik. Pegang teguh amanah ini, laksanakan tugas dengan penuh tanggung jawab, dan buktikan bahwa saudara memang layak untuk dipercaya. Mari terus kita kuatkan kolaborasi dan tingkatkan kinerja,” ujar Wahyu.
Selain menekankan tanggung jawab jabatan, Wahyu meminta para pejabat segera beradaptasi dengan lingkungan kerja dan tugas masing-masing. Ia secara khusus mengingatkan camat dan lurah agar meningkatkan kehadiran di tengah masyarakat serta memastikan persoalan warga ditangani secara cepat dan tepat.
Menurutnya, camat dan lurah memiliki posisi strategis karena menjadi garda terdepan pelayanan pemerintah yang berinteraksi langsung dengan masyarakat. Oleh karena itu, kepekaan terhadap kebutuhan warga dan respons terhadap persoalan di wilayah masing-masing harus menjadi prioritas.
“Terutama kepada para camat dan lurah, saya minta agar betul-betul hadir di tengah masyarakat. Camat dan lurah adalah ujung tombak pelayanan sekaligus perpanjangan tangan pemerintah. Karena itu, harus lebih peka terhadap kebutuhan warga serta cepat merespons setiap persoalan yang ada di wilayahnya,” tegasnya.
Dalam kesempatan tersebut, Wahyu juga menjelaskan bahwa pengisian jabatan dilakukan dengan mengacu pada sistem manajemen talenta Badan Kepegawaian Negara (BKN). Sistem ini menjadi landasan pengembangan karier ASN melalui pemetaan potensi dan kinerja secara lebih terencana, objektif, dan berkelanjutan.
Ia menyebutkan, pengisian jabatan pimpinan tinggi pratama telah melalui pertimbangan dan rekomendasi komite talenta. Sementara itu, proses pengisian jabatan administrator dan pengawas dikawal oleh tim penilai kinerja.
“Semua ini dilakukan untuk memastikan setiap penempatan jabatan benar-benar mempertimbangkan kompetensi, integritas, kinerja, dan kebutuhan organisasi,” jelasnya.
Melalui penerapan manajemen talenta, Pemkot Malang mendorong penempatan aparatur berdasarkan kompetensi, potensi, dan capaian kinerja, bukan semata-mata pertimbangan administratif. Proses tersebut juga diarahkan agar berjalan secara transparan dan akuntabel serta terhindar dari praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN).
Pemkot Malang berharap pelantikan ini dapat memperkuat efektivitas organisasi pemerintahan, meningkatkan profesionalisme ASN, serta menghadirkan pelayanan publik yang semakin responsif terhadap kebutuhan masyarakat.