Pemkot Malang Genjot Pemberdayaan Disabilitas, Perempuan dan Lansia

Kota Malang, – Pemerintah Kota Malang terus menunjukkan komitmennya dalam membangun ruang yang inklusif bagi seluruh lapisan masyarakat. Hal itu ditegaskan langsung oleh Wali Kota Malang Wahyu Hidayat saat menghadiri kegiatan Merangkai Potensi Anak, Perempuan, Lansia dan Penyandang Disabilitas di Kantor Kecamatan Lowokwaru, Minggu (10/5/2026).

Kegiatan yang dipadati pelaku UMKM, komunitas seni, hingga kelompok disabilitas itu menjadi simbol kuat bahwa pembangunan Kota Malang tidak hanya berfokus pada infrastruktur, tetapi juga penguatan sumber daya manusia dan pemberdayaan masyarakat rentan.

Dalam sambutannya, Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat menilai kegiatan tersebut bukan sekadar seremoni, melainkan ruang kolaborasi nyata untuk menggali potensi warga yang selama ini belum banyak mendapat panggung.

“Kegiatan ini sangat positif karena bertujuan merangkul para pelaku UMKM sekaligus melibatkan anak-anak, perempuan, lansia hingga penyandang disabilitas dalam satu ruang yang inklusif,” sebut Wahyu.

Menurutnya, pembangunan yang berhasil bukan hanya tentang pertumbuhan ekonomi, tetapi bagaimana seluruh kelompok masyarakat mendapatkan kesempatan yang sama untuk berkembang. Karena itu, Pemkot Malang terus mendorong program pemberdayaan berbasis potensi lokal di setiap wilayah. Wahyu menegaskan, anak-anak, perempuan, lansia, dan penyandang disabilitas memiliki kemampuan luar biasa yang harus terus diasah dan diberikan ruang tampil. Pemerintah, kata dia, hadir untuk memastikan tidak ada kelompok masyarakat yang tertinggal.

“Keterlibatan anak-anak, perempuan, dan penyandang disabilitas ini merupakan bagian dari upaya kita untuk terus membersamai mereka. Kita ingin memastikan bahwa potensi luar biasa yang mereka miliki bisa dikenal dan berkembang,” tekan alumnus ITN Malang itu.

Suasana kegiatan berlangsung meriah. Berbagai produk UMKM dipamerkan, mulai dari kerajinan tangan, kuliner lokal, hingga karya kreatif warga. Tak hanya itu, pertunjukan seni tradisional dan penampilan dari komunitas disabilitas juga mendapat perhatian besar dari masyarakat yang hadir.

Momentum tersebut sekaligus menjadi bukti bahwa kelompok rentan mampu tampil produktif dan kreatif ketika mendapat dukungan yang tepat. Pemkot Malang pun menilai kegiatan seperti ini perlu diperluas ke berbagai kecamatan agar potensi masyarakat semakin berkembang.

Wahyu menyebutkan, setiap wilayah di Kota Malang memiliki karakteristik dan kekuatan berbeda. Karena itu, konsep kegiatan pemberdayaan akan disesuaikan dengan potensi lokal masing-masing kecamatan agar program lebih tepat sasaran dan berkelanjutan.

“Potensi di tingkat kelurahan harus terus kita dorong agar bisa naik kelas. Pemerintah bersama masyarakat harus hadir memberi ruang dan dukungan agar mereka berkembang,” lugasnya.

Ia juga menyoroti pentingnya sinergi antara Pemerintah Kota Malang dan DPRD Kota Malang dalam menjaga keberlanjutan program pemberdayaan masyarakat. Menurutnya, kolaborasi lintas sektor menjadi kunci agar program tidak berhenti sebagai agenda seremonial semata.

“Selain dukungan kebijakan, peran perangkat daerah seperti Dinas Sosial Kota Malang dinilai sangat penting dalam memberikan pendampingan kepada kelompok disabilitas maupun masyarakat rentan lainnya. Pendampingan tersebut meliputi pelatihan keterampilan, pembinaan usaha, hingga penyediaan fasilitas pendukung agar masyarakat lebih mandiri,” ungkap orang nomor satu Pemkot Malang itu.

Wahyu memastikan Pemkot Malang akan terus memperkuat ekosistem inklusif melalui program-program berkelanjutan. Pemerintah, kata dia, tidak hanya hadir sebagai fasilitator, tetapi juga pendamping bagi masyarakat agar potensi mereka benar-benar berkembang.

“Kami akan terus membersamai mereka, tidak hanya dalam pengasahan keterampilan tetapi juga melalui pembinaan berkelanjutan, agar mereka mampu mandiri dan menunjukkan bahwa mereka memiliki potensi yang tidak kalah,” terangnya.

Kegiatan di Kecamatan Lowokwaru ini menjadi gambaran bagaimana Kota Malang mulai bergerak menuju pembangunan yang lebih inklusif. Di tengah tantangan sosial dan ekonomi yang terus berkembang, pemberdayaan kelompok rentan dinilai menjadi langkah penting untuk menciptakan masyarakat yang lebih mandiri, produktif, dan berdaya saing.

“Dengan keterlibatan aktif anak-anak, perempuan, lansia, hingga penyandang disabilitas, Pemkot Malang ingin memastikan bahwa pembangunan bukan hanya milik kelompok tertentu, melainkan ruang bersama bagi seluruh warga tanpa terkecuali,” tandasnya.

tags
Pemkot Malang, Wahyu Hidayat, Penyandang Disabilitas, UMKM Malang, Kecamatan Lowokwaru, Pemberdayaan Perempuan, Lansia Kota Malang, Potensi Anak, Program Inklusif, Kota Malang 2026

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *