Wali Kota Malang Apresiasi Kampung Bejo, Program RT Berkelas Dorong Pemberdayaan Ekonomi Warga

Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat turut memanen hasil pertanian hidroponik saat meninjau program RT Berkelas di Arjowinangun
Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat turut memanen hasil pertanian hidroponik saat meninjau program RT Berkelas di Arjowinangun

MALANG – Program RT Berkelas di Kota Malang tidak hanya dimanfaatkan untuk pembangunan infrastruktur, tetapi juga menjadi sarana pemberdayaan masyarakat dan pengembangan ekonomi lokal. Salah satu contohnya terlihat di Kampung Bejo, Perumahan Puri Cempaka Putih 1, RW 06, Kelurahan Arjowinangun, Kecamatan Kedungkandang.

Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, mengapresiasi inovasi warga dalam mengembangkan potensi lingkungan menjadi kegiatan produktif. Apresiasi tersebut disampaikan saat dirinya meninjau langsung kawasan Kampung Bejo bersama sejumlah kepala perangkat daerah (PD) dan jajaran terkait pada Kamis (8/10/2026).

Di kawasan tersebut, warga RT 01 hingga RT 04 sepakat memanfaatkan lahan fasilitas umum (fasum) perumahan untuk mengembangkan berbagai kegiatan pemberdayaan. Inisiatif ini dilakukan dengan menyesuaikan kebutuhan serta potensi yang dimiliki masyarakat setempat.

Sejumlah kegiatan yang dikembangkan meliputi budidaya ikan lele dan nila, pertanian hidroponik, hingga usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) berbahan baku lokal, seperti lidah buaya dan jahe.

Nama Kampung Bejo sendiri diharapkan menjadi doa agar masyarakat setempat senantiasa berjaya. Lebih dari itu, semangat kebersamaan yang dibangun melalui program tersebut turut memperkuat kerukunan dan keguyuban antarwarga.

Wahyu menilai langkah warga Kampung Bejo dapat menjadi inspirasi bagi RT dan RW lainnya dalam mengoptimalkan pelaksanaan Program RT Berkelas. Menurutnya, program tersebut dapat memberikan manfaat lebih besar apabila disesuaikan dengan kondisi lingkungan serta didukung pendampingan dan pelatihan yang memadai.

“Di sini fasum perumahannya belum diserahkan dan masih dalam proses, sehingga warga dari empat RT ini bersepakat untuk tidak merealisasikan program RT Berkelas berupa pembangunan fisik, tapi lebih kepada pemberdayaan masyarakat dan potensi yang ada. Di sini pun warga mendapat pendampingan dan pelatihan, sehingga hasilnya dapat dilihat sendiri,” jelas Wahyu.

Ia menambahkan, hasil budidaya ikan dan tanaman hidroponik, termasuk berbagai jenis sayuran, kini mulai dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Selain membantu memenuhi kebutuhan warga, hasil produksi tersebut juga berpotensi memberikan nilai tambah secara ekonomi.

Pendapatan dari kegiatan produktif itu dapat dimanfaatkan untuk menambah kas RT maupun menjadi modal pengembangan usaha berikutnya. Dengan demikian, program tidak hanya menghasilkan manfaat jangka pendek, tetapi juga membuka peluang bagi keberlanjutan kegiatan ekonomi masyarakat.

Ketua RW 06, Agung Hari Prastyono, turut membenarkan manfaat yang dirasakan warga dari pelaksanaan Program RT Berkelas. Salah satu hasil nyatanya adalah terwujudnya budidaya ikan yang telah lama menjadi keinginan masyarakat setempat.

Melalui kesepakatan dan kolaborasi empat RT, keinginan tersebut akhirnya dapat direalisasikan menjadi kegiatan produktif bersama. Kerja sama ini sekaligus memperkuat partisipasi warga dalam mengelola potensi lingkungan secara mandiri.

Pelaksanaan Program RT Berkelas di Kampung Bejo menunjukkan bahwa pembangunan lingkungan tidak harus selalu berorientasi pada infrastruktur fisik. Penguatan kapasitas masyarakat, pemanfaatan sumber daya lokal, serta pengembangan usaha produktif juga dapat menjadi pilihan strategis untuk meningkatkan kesejahteraan warga.

Pemkot Malang berharap inisiatif serupa dapat menginspirasi wilayah lain agar mampu mengembangkan program sesuai kebutuhan dan karakteristik lingkungannya. Dengan mengedepankan partisipasi serta kolaborasi masyarakat, Program RT Berkelas diharapkan dapat mendorong kemandirian ekonomi sekaligus memperkuat kebersamaan di tingkat lingkungan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *