Buka Festival Sekarbanjar #4, Wali Kota Malang Dorong Pelestarian Budaya dan Penguatan Wisata

Wali Kota Malang Wahyu Hidayat saat menghadiri pembukaan Festival Sekarbanjar #4 di Pesantren Budaya Karanggenting, RW 07 Kelurahan Merjosari, Kecamatan Lowokwaru, Minggu (6/9/2026). (foto: prokopim)
Wali Kota Malang Wahyu Hidayat saat menghadiri pembukaan Festival Sekarbanjar #4 di Pesantren Budaya Karanggenting, RW 07 Kelurahan Merjosari, Kecamatan Lowokwaru, Minggu (6/9/2026). (foto: prokopim)

MALANG – Wali Kota Malang Wahyu Hidayat mendorong Festival Sekarbanjar menjadi daya tarik wisata budaya yang mampu memperluas promosi tradisi lokal hingga tingkat nasional. Selain melestarikan warisan budaya, kegiatan tersebut dinilai menjadi bukti kekompakan masyarakat dalam menjaga nilai-nilai luhur yang diwariskan secara turun-temurun.

Hal itu disampaikan Wahyu saat menghadiri pembukaan Festival Sekarbanjar #4 di Pesantren Budaya Karanggenting, RW 07 Kelurahan Merjosari, Kecamatan Lowokwaru, Minggu (6/9/2026).

Dalam kegiatan tersebut, Wahyu didampingi Pj. Sekretaris Daerah Kota Malang R. Dandung Julhardjanto, Asisten I Sekretariat Daerah Kota Malang, sejumlah kepala perangkat daerah, Ketua PCNU Kota Malang Dr. KH. Isroqunnajah, M.Ag., jajaran pengurus Lembaga Seniman Budayawan Muslimin Indonesia (Lesbumi), serta unsur Muspika setempat.

Wahyu menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat, khususnya Lesbumi PCNU Kota Malang dan tokoh masyarakat Merjosari yang konsisten menjaga keberlangsungan festival tersebut.

Menurutnya, Festival Sekarbanjar bukan sekadar agenda tahunan, melainkan ruang silaturahmi yang memperkuat keakraban dan kebersamaan warga melalui pelestarian tradisi lokal.

“Festival Sekarbanjar ini merupakan bentuk silaturahmi, keakraban, dan kekompakan warga yang dikemas secara apik. Ini tradisi luhur yang konsisten dijaga kelestariannya dan menjadi daya tarik tersendiri karena keunikannya,” terangnya.

Ia menilai, penyelenggaraan Festival Sekarbanjar dari edisi pertama hingga keempat menunjukkan potensi besar untuk dikembangkan sebagai salah satu daya tarik wisata budaya Kota Malang. Dengan promosi yang lebih luas, festival ini diharapkan mampu menarik kunjungan wisatawan dari berbagai daerah sekaligus memperkenalkan kekayaan tradisi masyarakat setempat.

Selain menekankan pelestarian budaya, Wahyu juga menggarisbawahi pentingnya sinergi antara pemerintah daerah, DPRD, dan komunitas budaya agar program kesenian dapat terus berkembang secara berkelanjutan.

Menanggapi penganugerahan Anugerah Panji Wigati Lesbumi kepada Ketua DPRD Kota Malang dalam kegiatan tersebut, Wahyu mengingatkan bahwa apresiasi terhadap pelaku dan penggerak kebudayaan perlu diikuti dukungan nyata, termasuk melalui penganggaran.

“Penghargaan harus diiringi dengan bukti nyata. Dinas Pendidikan dan Kebudayaan bersama DPRD perlu memperhatikan alokasi anggaran kebudayaan agar kegiatan seni dan budaya di masyarakat, seperti di Merjosari ini, terus berkembang,” pesannya.

Dalam kesempatan yang sama, Wahyu turut memberikan perhatian terhadap penguatan program RT Berkelas di wilayah RW 07 Merjosari. Ia menekankan pentingnya peran ketua RW dalam mengoordinasikan partisipasi warga dan menyelaraskan berbagai usulan agar program pembangunan lingkungan berjalan efektif serta tidak tumpang tindih.

Melalui penguatan kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat, Pemkot Malang berharap pelestarian budaya dapat berjalan beriringan dengan pembangunan lingkungan. Dengan demikian, tradisi lokal tidak hanya terjaga, tetapi juga berpotensi memberikan manfaat sosial dan ekonomi bagi masyarakat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *