
MALANG – Pemerintah Kota Malang terus memperkuat komitmen mewujudkan lingkungan yang ramah bagi lanjut usia (lansia) melalui peningkatan layanan kesehatan, perlindungan sosial, dan pemberdayaan masyarakat. Berbagai program, mulai dari Rantang Kasih, layanan home care, hingga penguatan Karang Wreda, dioptimalkan agar lansia tetap sehat, mandiri, produktif, dan berdaya.
Komitmen tersebut ditegaskan Wali Kota Malang Wahyu Hidayat dalam Peringatan Hari Lanjut Usia Nasional (HLUN) ke-30 dan Pembinaan Karang Werda Kota Malang Tahun 2026 di Gedung Samantha Krida Universitas Brawijaya Malang, Sabtu (20/6/2026).
Mengusung tema “Lansia Tangguh, Indonesia Tumbuh”, kegiatan ini menjadi momentum untuk memperkuat pemberdayaan lansia sekaligus menegaskan pentingnya kolaborasi berbagai pihak dalam menciptakan Kota Malang yang inklusif dan ramah lansia.
Kegiatan tersebut diikuti 15 organisasi lansia dan dihadiri Wakil Wali Kota Malang Ali Muthohirin, Ketua DPRD Kota Malang Amithya Ratnanggani Sirraduhita, perwakilan jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), serta jajaran perangkat daerah.
Semangat dan antusiasme peserta mewarnai rangkaian acara. Berbagai penampilan dari Forum Komunikasi (Forkom) Karang Wreda Kota Malang disajikan dengan penuh energi dan keceriaan. Hal itu menunjukkan bahwa usia bukan penghalang bagi lansia untuk tetap aktif, sehat, dan produktif.
Kegiatan juga diramaikan pameran produk UMKM hasil karya anggota Karang Wreda dari lima kecamatan di Kota Malang. Beragam produk yang dipamerkan menjadi gambaran potensi lansia untuk terus berkarya serta berkontribusi dalam kehidupan sosial dan ekonomi masyarakat.
Selain pameran, peserta memperoleh akses layanan pemeriksaan kesehatan gratis yang disediakan Dinas Kesehatan Kota Malang bersama berbagai pihak. Layanan ini menjadi bagian dari upaya mendukung kualitas hidup lansia agar tetap sehat dan mandiri.
Dalam arahannya, Wahyu menyampaikan bahwa HLUN merupakan momentum penting untuk mengingat kembali peran dan kontribusi lansia dalam kehidupan bermasyarakat. Menurutnya, penghargaan terhadap lansia perlu diwujudkan melalui perhatian, pelayanan, dan lingkungan yang mendukung kesejahteraan mereka.
“HLUN menjadi pengingat bagi kita semua untuk senantiasa menghargai, menghormati, dan merawat para lansia, sekaligus memperkuat komitmen dalam mewujudkan lingkungan yang inklusif, ramah lansia, dan bermartabat,” tuturnya.
Ia menegaskan, tema “Lansia Tangguh, Indonesia Tumbuh” mengajak masyarakat untuk tidak memandang lansia hanya sebagai penerima manfaat pembangunan. Sebaliknya, lansia tetap memiliki pengalaman, potensi, dan peran penting dalam keluarga maupun lingkungan sosial.
“Para lanjut usia bukan hanya bagian dari perjalanan pembangunan, tetapi juga sumber keteladanan, pengalaman, dan kearifan yang sangat berharga. Berbagai nilai kehidupan yang mereka wariskan telah menjadi fondasi penting dalam membangun keluarga dan masyarakat. Karena itu, para lansia perlu terus diberikan ruang untuk berdaya, berpartisipasi, dan tetap berkarya sesuai dengan potensi yang dimiliki,” urainya.
Sebagai bentuk komitmen, Pemkot Malang terus mengoptimalkan berbagai program untuk meningkatkan kualitas hidup lansia. Program tersebut meliputi Rantang Kasih, layanan home care, penguatan Posyandu Lansia, serta berbagai bantuan sosial guna memastikan para lansia memperoleh perhatian dan pelayanan yang layak.
Pemkot Malang juga melakukan penataan taman kota, trotoar, dan fasilitas publik agar semakin aman, nyaman, serta mudah diakses oleh lansia. Di sisi lain, penguatan Sekolah Lansia, Karang Wreda, Pos Lansia, dan berbagai komunitas lansia terus didorong sebagai wadah pembelajaran, silaturahmi, dan pemberdayaan.
“Melalui berbagai wadah tersebut, para lansia diharapkan dapat terus menjaga kesehatan, meningkatkan kemandirian, mengembangkan potensi diri, serta tetap berperan aktif dalam kehidupan sosial kemasyarakatan,” jelasnya.
Wahyu turut mengajak dunia usaha, akademisi, organisasi kemasyarakatan, komunitas peduli lansia, dan keluarga untuk memperkuat sinergi dalam memberikan perhatian, perlindungan, serta dukungan kepada kelompok lanjut usia.
“Saya meyakini bahwa dengan kebersamaan dan kepedulian yang kuat, kita dapat mewujudkan lansia yang sehat, mandiri, berdaya, dan sejahtera. Sebab, masyarakat yang menghormati dan memuliakan para lanjut usia adalah masyarakat yang menjunjung tinggi nilai kemanusiaan dan peradaban,” pungkasnya.
Rangkaian peringatan HLUN ke-30 juga diisi diskusi panel yang menghadirkan Ketua DPRD Kota Malang Amithya Ratnanggani Sirraduhita, Wakil Wali Kota Malang Ali Muthohirin, dan Kepala Bagian Hukum Setda Kota Malang Suparno. Diskusi dipandu Ketua Forkom Karang Wreda Kota Malang, Wasto.
Pada kesempatan yang sama, bantuan kursi roda juga disalurkan kepada para lansia sebagai bentuk kepedulian sekaligus dukungan terhadap peningkatan kesejahteraan mereka.
Peringatan HLUN ke-30 menjadi pengingat bahwa lansia tetap memiliki potensi untuk berkontribusi, berkarya, dan menginspirasi. Dengan dukungan berkelanjutan dari pemerintah, keluarga, dan masyarakat, para lansia diharapkan terus menjadi bagian penting dalam pembangunan menuju Kota Malang yang inklusif, berdaya, dan berkelanjutan.