Hadiri Penganugerahan Bintang Siswa SD Plus Qurrota A’yun, Wali Kota Malang Tekankan Pendidikan Karakter dan Peran Keluarga

Wali Kota Malang Wahyu Hidayat saat menghadiri Haflah Akhirusanah dan Penganugerahan Bintang Siswa Angkatan XIV Tahun Ajaran 2025/2026 SD Plus Qurrota A’yun di Hotel Aria Gajayana Malang, Minggu (21/6/2026). (foto: prokopim)
Wali Kota Malang Wahyu Hidayat saat menghadiri Haflah Akhirusanah dan Penganugerahan Bintang Siswa Angkatan XIV Tahun Ajaran 2025/2026 SD Plus Qurrota A’yun di Hotel Aria Gajayana Malang, Minggu (21/6/2026). (foto: prokopim)

MALANG – Wali Kota Malang Wahyu Hidayat menekankan pentingnya keseimbangan antara kecerdasan akademik, pembentukan karakter, dan nilai-nilai keagamaan dalam pendidikan anak. Selain peran sekolah, pendampingan keluarga, termasuk pengawasan penggunaan media sosial, dinilai penting untuk mendukung tumbuh kembang anak.

Pesan tersebut disampaikan Wahyu saat menghadiri Haflah Akhirusanah dan Penganugerahan Bintang Siswa Angkatan XIV Tahun Ajaran 2025/2026 SD Plus Qurrota A’yun di Hotel Aria Gajayana Malang, Minggu (21/6/2026).

Dalam sambutannya, Wahyu mengucapkan selamat kepada seluruh siswa yang telah menyelesaikan pendidikan di jenjang sekolah dasar. Ia menyebut keberhasilan para lulusan merupakan buah dari proses panjang yang melibatkan semangat belajar siswa, bimbingan guru, serta doa dan pengorbanan orang tua.

“Keberhasilan yang diraih hari ini tentunya bukan hasil dari sebuah proses yang singkat. Di dalamnya ada semangat belajar, ketekunan, kesabaran, bimbingan orang tua, para guru, serta doa dan pengorbanan orang tua yang senantiasa menyertai setiap langkah ananda sekalian,” ujar Wahyu.

Ia juga mengapresiasi SD Plus Qurrota A’yun yang dinilai memiliki keunggulan dalam mencetak lulusan berkualitas. Upaya tersebut antara lain dilakukan melalui penerapan standar kelulusan yang kompetitif, serta berbagai program pembinaan karakter dan penguatan mental siswa.

Menurut Wahyu, pendekatan pendidikan tersebut sejalan dengan upaya Pemerintah Kota Malang dalam menyiapkan sumber daya manusia yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki karakter kuat dan akhlak mulia. Hal ini menjadi bekal penting bagi generasi muda dalam menyongsong Indonesia Emas 2045.

Ia menegaskan, pendidikan tidak semata-mata berorientasi pada pencapaian akademik. Lebih dari itu, proses pendidikan harus mampu membentuk pribadi yang berakhlak mulia dan memiliki kepekaan sosial.

“Pendidikan pada hakikatnya tidak hanya bertujuan mencetak anak-anak yang pandai secara akademik, tetapi juga membentuk pribadi yang berakhlak mulia dan memiliki kepekaan sosial. Oleh karena itu, proses pendidikan harus mampu menumbuhkan keseimbangan antara ilmu pengetahuan, karakter, dan nilai-nilai keagamaan sebagai bekal dalam menjalani kehidupan,” tambahnya.

Kepada para lulusan, Wahyu berpesan agar terus menjaga semangat belajar dan tidak cepat berpuas diri atas capaian yang telah diraih. Kelulusan sekolah dasar, menurutnya, merupakan langkah awal untuk melanjutkan perjalanan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.

Selain mendorong anak untuk terus belajar, Wahyu mengingatkan pentingnya keterlibatan keluarga dalam mendampingi tumbuh kembang mereka. Orang tua diharapkan memberikan perhatian terhadap aktivitas anak, termasuk mengawasi penggunaan media sosial agar tidak mengganggu proses belajar maupun perkembangan psikologis.

Dengan sinergi antara sekolah dan keluarga, diharapkan anak-anak dapat tumbuh menjadi generasi yang berilmu, berkarakter, serta memiliki landasan moral dan keagamaan yang kuat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *