
MALANG – Wali Kota Malang Wahyu Hidayat mengapresiasi kontribusi Yayasan Jabal Nur dalam mencetak generasi muda yang unggul secara akademik sekaligus memiliki karakter dan fondasi keagamaan yang kuat. Pendidikan yang diimbangi akhlak mulia dinilai menjadi kunci dalam menyiapkan generasi penerus bangsa menuju Indonesia Emas 2045.
Hal tersebut disampaikan Wahyu saat menghadiri pengajian dalam rangka purnawiyata siswa-siswi Raudatul Atfal (RA), Madrasah Ibtidaiah (MI), dan Madrasah Sanawiah (MTs) Jabal Nur Kota Malang di Gedung Madrasah Jabal Nur, Minggu (21/6/2026).
Dalam sambutannya, Wahyu menyampaikan ucapan selamat kepada para siswa yang telah menyelesaikan satu tahapan pendidikan. Menurutnya, pencapaian tersebut merupakan hasil dari proses panjang yang melibatkan kerja keras siswa, dedikasi para pendidik, serta dukungan dan doa orang tua.
“Keberhasilan yang diraih hari ini tentu bukanlah proses yang singkat. Di dalamnya ada kesungguhan belajar dari anak-anak, dedikasi dan ketulusan para guru dalam membimbing, serta untaian doa dan pengorbanan tiada henti dari orang tua,” ucap Wahyu.
Ia juga mengapresiasi peran Yayasan Jabal Nur yang menaungi jenjang pendidikan mulai dari RA, MI, MTs hingga Madrasah Aliyah (MA). Keberadaan lembaga pendidikan tersebut dinilai turut mendukung upaya Pemerintah Kota Malang dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui Dasa Bakti Unggulan Ngalam Pinter.
Program tersebut menjadi salah satu prioritas pembangunan daerah yang berfokus pada peningkatan mutu pendidikan, pemerataan akses belajar, serta pengembangan talenta generasi muda. Upaya itu sekaligus menjadi bagian dari persiapan menuju Indonesia Emas 2045.
Menurut Wahyu, pendidikan memiliki peran strategis dalam membentuk generasi masa depan yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki karakter dan akhlak yang baik.
“Pendidikan yang tinggi harus diimbangi dengan akhlak yang mulia. Dengan fondasi agama yang kuat, kita dapat mencetak lulusan yang tidak hanya pintar secara akademis, tetapi juga memiliki karakter akhlakul karimah,” tegasnya.
Wahyu juga menyoroti posisi geografis Madrasah Jabal Nur yang berada di kawasan perbukitan dan berbatasan langsung dengan Kecamatan Tumpang, Kabupaten Malang. Kondisi tersebut, menurutnya, menjadi salah satu alasan pentingnya sinergi dan kolaborasi lintas wilayah dalam mendukung pembangunan pendidikan serta peningkatan kualitas sumber daya manusia.
Menutup sambutannya, Wahyu berpesan agar para lulusan terus memelihara cita-cita dan tidak takut untuk bermimpi besar. Ia mengajak para siswa mempersiapkan diri sejak dini melalui semangat belajar, peningkatan prestasi, dan penguatan karakter agar kelak mampu berkontribusi dalam pembangunan bangsa.
“Setiap keberhasilan selalu diawali dengan niat yang baik, usaha yang sungguh-sungguh, dan doa yang tidak pernah putus. Teruslah belajar, berprestasi, dan menjaga akhlak di mana pun berada,” pesannya.