Hadiri Beneran Race, Wahyu Hidayat Dorong Penguatan Karakter Generasi Muda

Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat saat menghadiri Beneran Race yang digelar Beneran Indonesia di Museum Ganesya, Kota Malang, Sabtu (8/8/2026). (foto: prokopim)
Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat saat menghadiri Beneran Race yang digelar Beneran Indonesia di Museum Ganesya, Kota Malang, Sabtu (8/8/2026). (foto: prokopim)

MALANG – Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, mendorong kolaborasi pemerintah dan komunitas untuk memperkuat karakter serta wawasan kebangsaan generasi muda menuju Indonesia Emas 2045. Hal itu disampaikannya saat menghadiri Beneran Race yang digelar Beneran Indonesia di Museum Ganesya, Kota Malang, Sabtu (8/8/2026).

Wahyu mengapresiasi kegiatan yang memadukan pembelajaran sejarah, pengenalan budaya, dan pendidikan kewarganegaraan melalui pendekatan kreatif yang dekat dengan dunia anak muda. Menurutnya, keterlibatan komunitas menjadi bagian penting dalam memperluas ruang pendidikan karakter di luar lingkungan sekolah.

Ia menegaskan, pembentukan karakter generasi muda tidak dapat hanya mengandalkan peran pemerintah. Diperlukan sinergi berbagai pihak agar pendidikan kewarganegaraan dapat disampaikan secara menarik sekaligus memberikan pemahaman tentang nilai dan tanggung jawab sebagai warga negara.

“Beneran Indonesia yang sangat maju dan membanggakan ini memang benar-benar sebagai warga negara Indonesia, bisa memberikan suatu pendidikan karakter dan kewarganegaraan,” jelas Wahyu.

Wahyu menyebut, penguatan karakter dan wawasan kebangsaan tersebut sejalan dengan visi-misi Pemerintah Kota Malang, khususnya Dasa Bakti Unggulan Ngalam Pinter. Program ini menjadi salah satu upaya pemerintah daerah dalam mendorong peningkatan kualitas pendidikan sekaligus menjaga kearifan lokal.

“Ini sejalan dengan visi-misi kami, dan juga Dasa Bakti Unggulan, salah satunya adalah Ngalam Pinter. Saya menggunakan bahasa Malangan agar kearifan lokal di Kota Malang tetap terjaga,” ungkapnya.

Ia berharap, kegiatan edukatif seperti Beneran Race dapat memberikan pengalaman yang memperkaya wawasan generasi muda, baik mengenai sejarah bangsa maupun identitas daerah. Dengan demikian, anak-anak dan pemuda dapat tumbuh menjadi pribadi yang berkarakter, memiliki kepedulian sosial, serta memahami perannya dalam kehidupan bermasyarakat dan bernegara.

Menurut Wahyu, persiapan menuju Indonesia Emas 2045 harus dimulai sejak dini dengan memberikan ruang bagi generasi muda untuk belajar dan mengembangkan potensi. Ia pun berharap mereka kelak mampu menjadi pemimpin yang amanah dan berkontribusi bagi kesejahteraan masyarakat.

“Mudah-mudahan dari adik-adik sekalianlah yang akan menjadi pemimpin bangsa yang akan bisa menjalankan amanah. Negara ini bisa lebih baik lagi dan bisa menyejahterakan masyarakat Indonesia,” tuturnya.

Sementara itu, Program Coordinator Beneran Indonesia, Kayla Dea Aosa, mengatakan bahwa Beneran Race dirancang untuk menghadirkan pengalaman belajar sejarah dan kewarganegaraan yang menyenangkan bagi generasi muda. Di Kota Malang, kegiatan ini juga mengajak peserta mengenal lebih dekat sejarah dan identitas daerah.

“Teman-teman di Malang bisa lebih mengenal sejarah Indonesia dan Kota Malang secara khusus. Kami ingin kegiatan ini menjadi pengalaman yang menyenangkan sekaligus memberikan ruang bagi anak muda untuk belajar dan memahami lebih dekat sejarah serta lingkungan di sekitarnya,” kata Kayla.

Ia menambahkan, pembelajaran melalui pengalaman langsung diharapkan tidak berhenti pada pengetahuan sejarah, tetapi juga mendorong anak muda memahami nilai, tanggung jawab, dan peran mereka sebagai warga negara.

“Kami berharap apa yang mereka dapatkan dari kegiatan ini bisa dibawa pulang dan menjadi bekal dalam kehidupan mereka. Jadi, setelah mengenal sejarah dan budaya, mereka juga semakin memahami bagaimana menjadi warga negara yang baik dan ikut berkontribusi untuk lingkungannya,” pungkas Kayla.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *