Program RT Berkelas Antar Wali Kota Malang Raih Pemimpin Daerah Awards 2026

Wali Kota Malang Wahyu Hidayat saat menerima penghargaan Pemimpin Daerah Awards 2026 kategori Pelayanan Publik. Penghargaan yang diserahkan oleh Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Bima Arya di MNC Tower, Jakarta, Kamis (27/8/2026). (foto: prokopim)
Wali Kota Malang Wahyu Hidayat saat menerima penghargaan Pemimpin Daerah Awards 2026 kategori Pelayanan Publik. Penghargaan yang diserahkan oleh Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Bima Arya di MNC Tower, Jakarta, Kamis (27/8/2026). (foto: prokopim)

MALANG – Program RT Berkelas yang mengusung pembangunan berbasis kebutuhan masyarakat mengantarkan Wali Kota Malang Wahyu Hidayat meraih penghargaan Pemimpin Daerah Awards 2026 kategori Pelayanan Publik. Penghargaan tersebut diserahkan Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Bima Arya di MNC Tower, Jakarta, Kamis (27/8/2026), sebagai pengakuan atas inovasi pelayanan publik yang dimulai dari tingkat Rukun Tetangga (RT).

Program unggulan yang digagas Wahyu Hidayat bersama Wakil Wali Kota Malang Ali Muthohirin ini menjadi salah satu upaya Pemerintah Kota Malang untuk memperkuat partisipasi masyarakat dalam pembangunan. Melalui RT Berkelas, warga diberikan kesempatan menentukan kebutuhan prioritas di lingkungannya agar pelaksanaan pembangunan lebih tepat sasaran.

Dalam implementasinya, setiap RT dapat mengusulkan kebutuhan berdasarkan kondisi dan persoalan yang dihadapi wilayah masing-masing. Usulan tersebut kemudian menjadi dasar bagi pemerintah daerah dalam mendukung realisasi pembangunan sesuai prioritas masyarakat.

Pendekatan ini menempatkan warga bukan sekadar sebagai penerima manfaat, tetapi juga sebagai pihak yang berperan aktif dalam mengidentifikasi persoalan dan menentukan arah pembangunan di lingkungannya.

Pemkot Malang mengalokasikan anggaran sebesar Rp215 miliar untuk pelaksanaan Program RT Berkelas yang menyasar lebih dari 4.000 RT. Dukungan anggaran tersebut diarahkan untuk memperkuat pembangunan dari tingkat paling dekat dengan masyarakat, sehingga kebutuhan warga dapat diakomodasi secara lebih responsif.

Wakil Menteri Dalam Negeri Bima Arya menyampaikan bahwa penghargaan Pemimpin Daerah Awards merupakan bentuk apresiasi terhadap upaya kepala daerah dalam menjalankan pemerintahan dan memberikan pelayanan kepada masyarakat di tengah berbagai tantangan.

“Setiap pemimpin ada zamannya, setiap pemimpin ada tantangannya. Pemimpin hari ini, kepala daerah hari ini dihadapkan pada tantangan yang sangat tidak mudah. Kalau hari ini kemudian para kepala daerah itu menerima penghargaan, mereka memang para petarung,” ujar Bima.

Menurutnya, kepala daerah menghadapi beragam tantangan, mulai dari mengawal program strategis pemerintah pusat, merealisasikan janji kampanye, memenuhi kebutuhan pelayanan dasar, hingga menjalankan pemerintahan di tengah dinamika media dan koridor hukum.

Bima berharap penghargaan yang diterima para kepala daerah tidak hanya menjadi pencapaian pribadi, tetapi juga menjadi bentuk apresiasi bagi seluruh pihak yang terlibat dalam menyukseskan program yang berpihak kepada masyarakat.

Ia juga berharap penghargaan tersebut dapat menjadi inspirasi bagi daerah lain untuk terus menghadirkan inovasi pelayanan publik yang memberikan manfaat nyata bagi warga.

“Dan kita berharap tentu penghargaan ini bukan sekadar menambah daftar koleksi pribadi kepala daerah, tapi juga merupakan penghargaan bagi semua yang berkeringat yang menyukseskan program-program prorakyat dan memberikan inspirasi bagi yang lain. Atas nama Bapak Mendagri, kami menyampaikan selamat kepada para petarung yang telah membuktikan bisa bekerja dan terus fokus untuk melayani rakyat di tengah berbagai macam keterbatasan,” urainya.

Usai menerima penghargaan, Wali Kota Malang Wahyu Hidayat mengatakan capaian tersebut menjadi apresiasi atas pelaksanaan RT Berkelas yang memberikan ruang bagi setiap RT untuk mengusulkan dan merealisasikan kebutuhan sesuai prioritas wilayahnya.

“RT Berkelas ini memang sengaja kita berikan satu peluang atau kesempatan kepada RT untuk bisa mengusulkan sesuai dengan prioritasnya di wilayah masing-masing. Dan ini adalah memberikan kesempatan kepada mereka untuk bisa memberikan satu usulan dan merealisasikan sesuai dengan prioritasnya,” jelas Wahyu.

Ia menegaskan, Program RT Berkelas akan terus dilanjutkan karena telah masuk dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kota Malang. Dengan demikian, pembangunan berbasis kebutuhan masyarakat tetap menjadi bagian dari arah kebijakan Pemkot Malang selama lima tahun kepemimpinannya bersama Ali Muthohirin.

“Iya, karena sudah masuk di dalam RPJMD Kota Malang, jadi ini diteruskan dan bisa sampai dengan lima tahun kepemimpinan saya bersama Mas Wakil Wali Kota,” pungkasnya.

Penghargaan Pemimpin Daerah Awards 2026 tersebut menjadi momentum bagi Pemkot Malang untuk melanjutkan penguatan pembangunan partisipatif. Melalui RT Berkelas, pemerintah daerah berupaya memastikan aspirasi warga di tingkat lingkungan menjadi bagian penting dalam perencanaan dan pelaksanaan pembangunan Kota Malang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *